Posted by : royke tumbelaka Jumat, 29 Agustus 2014

Sebagai desa, memang Bere-bere Kecil tak ubahnya sama seperti gambaran desa-desa yang lain di pesisir pantai ujung Pulau Morotai. Namun demikian, bagi saya yang baru pertama kali ke sana, nampak jelas bahwa Desa Bere-bere kecil mempunyai keunikan dan kesan tersendiri bagi penulis, terutama bila melihat keramahan masyarakat di sana. Bila ke Bere-bere Kecil, Anda akan disambut sebagai tamu, tamu baik adalah "raja". Selama saya ada di Bere-bere Kecil, saya bertemu dengan sejumlah orang yang luar biasa. Sewaktu sampai di Kecamatan Sopi, saya disambut oleh Pdt. Delman, Gembala GPdI Sopi dan Pdt. Ater, gembala GPdI di Cendana. Setelah menjamu saya dengan baik, mereka mengantar dan mengarahkan saya naik Katinting, sebuah perahu kecil yang bisa menampung 6 sampai 8 orang.

Perahu Katinting Sesampai di Bere-bere Kecil saya disambut oleh orang-orang yang siap melayani, di antaranya Pdt. Ferdy Bona, S.Si.TEOL (Pendeta GMIH Jemaat Damai Sejahtera Bere-bere Kecil), Pdm. Roykel Katupayan (Gembala GPdI Jemaat "El-Roi" Bere-bere Kecil), Bpk. Benhamka Sulafi (Sekretaris Desa Bere-bere Kecil), dan sejumlah orang yang tidak saya sebutkan. Mereka telah menyambut saya dengan keramahan dan kerendahan hati penuh pelayanan.
Dua orang satu tim work, merekalah yang memobilisas2BMorotaii pelayanan KKR di Bere-bere Kecil ketika saya melayan
/text-align: center;">

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Wisata Bere-Bere Kecil - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -